Vaksinasi mandiri

Yudi memahami pengadaan vaksin pada tahap awal terlambat karena anggaran terbatas. Akan tetapi, jelas dia, pemerintah sebetulnya bisa membuka peluang vaksinasi mandiri seperti diatur di Peraturan Menteri Pertanian Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pemasukan Obat Hewan Khusus ke Wilayah RI. 

Ia membeberkan, kebutuhan asosiasi setidaknya 750.000 dosis vaksin. Ini terbagi atas Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) 585.586 dosis, Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS) 80.000 dosis, HPDKI 57.100 dosis, Asosiasi Monogastrik Indonesia 50.500 dosis, dan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) 35.200 dosis.

Di luar itu, kata Yudi, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota juga antre. “Mereka membutuhkan jutaan (dosis). (Vaksin) Ini lambat sekali diadakan,” jelas dia.

Sejak awal, bagi Yudi, kebijakan pengadaan vaksin memang membingungkan. Sejumlah asosiasi sudah mengajukan pengadaan vaksin lewat jalur mandiri. Pihaknya sudah mengajukan dua-tiga minggu lalu. Gapuspindo dan AIPS kebagian 94.000 dosis. Saat ini vaksin tersebut sudah habis.

Kini, kata dia, pemerintah sudah memastikan anggaran penanganan PMK mencapai Rp4,4 triliun. Salah satunya untuk pengadaan vaksin. Karena itu, pihaknya mendorong Satgas agar pengadaan ini segera diproses.

“Duitnya bisa saja ada. Tetapi kalau kita tidak bicara dengan produsen dan memesannya, ya tidak ada diproduksi,” jelas Yudi. 

Penyebaran PMK

PMK terus meluas. Hari ini ada tambahan satu provinsi baru tertular PMK, yakni Bali. Tambahan Bali membuat PMK sudah menyebar di 20 provinsi. Per hari ini, Sabtu (2/7), PMK meluas menyebar ke 227 kabupaten/kota di 20 provinsi. Kemarin, PMK menyebar di 19 provinsi dan 222 kabupaten/kota. 

Menurut laman siagapmk.id, per hari ini pukul 14.00 WIB, sebanyak 313.636 ekor hewan terjangkit PMK. Terdiri dari 203.279 ekor belum sembuh, 105.675 ekor sembuh, 2.734 ekor potong bersyarat, dan 1.948 ekor mati. Sedangkan hewan yang sudah divaksin mencapai 252.886 ekor.

Khusus Provinsi Bali, hasil pemeriksaan laboratorium memastikan ada 63 ekor sapi terjangkit PMK. Tersebar di tiga lokasi, yakni di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng 21 ekor; di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar 38 ekor; dan di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem sebanyak 4 ekor. Hari ini dilakukan kuncitara (lockdown).


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.