detikfakta.com – >

SEMARANG,KOMPAS.com – Harga tiket bus AKAP dan AKDP sejumlah perusahan otobus (PO) di Terminal Mangkang, Semarang, Jawa Tengah, sejak Jumat (9/9/2022) telah mengalami kenaikan dampak naiknya harga BBM.

Kenaikan harga tiket bervariasi, berkisar 10 – 40 persen. Berlaku untuk kelas ekonomi dan eksekutif.

Kepala Terminal Mangkang Semarang Reno Adi Pribadi mengatakan, dampak harga BBM naik, perusahaan oto bus (PO) memberlakukan tarif baru. Tujuannya, mengurangi risiko kerugian lantaran biaya operasional membengkak.

“Harga beda tergantung masing-masing PO Bus . Perhitungan berdasarkan jarak tempuh dan biaya operasional BBM,” kata Reno kepada Kompas.com, Sabtu (10/9/2022).

Saat ini, ada PO Bus yang sudah menaikkan tiket, namun begitu ada pula yang belum.

Bila di rinci, kenaikan tarif bus AKAP berkisar Rp 20.000 – Rp 50.000 untuk kelas eksekutif. Sementara, kelas ekonomi kenaikan harga tiket yakni mulai Rp 5.000 – Rp 10.000 per penumpang.

“Kenaikan masih wajar, bisa ditolerir dan tidak merugikan penumpang,” kata dia.

Kemudian, untuk harga bus AKDP Semarang ke beberapa kota lain di Jawa Tengah kenaikan harga tiket di pukul rata sebesar 10 persen.

Reno mengatakan, setiap harinya jumlah armada transit dan keluar terminal Mangkang ada 120 unit. Itu untuk hari biasa, beda lagi saat akhir pekan.

“Bus yang keluar dan masuk untuk menaik turunkan penumpang jumlahnya setiap hari pasca pandemi ada peningkatan. Tapi, belum maksimal karena ada sejumlah terminal bayangan,” ujarnya.

Menurut Reno, bila ditemukan kenaikan harga tiket bus tidak wajar, manajemen terminal akan menindak tegas.

“Kami langsung peringatkan PO Bus yang bermain nakal, kan seharusnya kenaikan harga seragam,” katanya.

Sementara itu, Asep, Agen Tiket PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) mengatakan, kenaikan harga tiket semua perusahaan oto bus (PO Bus) sama, sebesar Rp 50.000 per penumpang.

“Penumpang ada yang kaget, wajar. Gimana lagi, alasannya harga BBM naik kita juga ikut mengamankan diri,” kata Asep.