detikfakta.com – Tarif ojek online atau ojol secara resmi mengalami kenaikan pada Minggu, 11 September 2022.

Perubahan tarif ojol inidilakukan untuk mendukung kesejahteraan dan biaya operasional mitra kerja bagi driver.

Pemberlakuan tarif ojol tersebut telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali yakni pada 14 Agustus 2022, 28 Agustus 2022, dan 10 September 2022.

Penundaan tersebut dilakukan untuk mendapat lebih banyak masukan dari pemangku kepentingan dan melakukan kajian ulang agar mendapat hasil terbaik.

Senior Vice President (SVP) Corporate Affairs Gojek, Rubi W Purnomo menyatakan perubahan tarif tersebut merupakan tanggung jawab Gojek untuk mendukung kesejahteraan pengemudi ojek online setelah penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM ) oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

“Gojek memberlakukan perubahan tarif GoRide sesuai dengan peraturan yang berlaku efektif pada tanggal 11 September 2022,” katanya.

Selain itu, Rubi Purnomo juga melakukan penyesuaian tarif untuk layanan lainnya yang terdapat di aplikasi GoJek, seperti GoCar, GoFood, GoSend, dan GoMart untuk mendorong pendapatan bagi para driver.

“Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendukung mitra driver memenuhi biaya operasional sehari-hari, sekaligus memastikan Gojek dan para mitra driver dapat selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ucap Rubi Purnomo.

Keputusan tarif ojol tersebut sesuai dengan pengumuman pemerintah melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno dalam konferensi pers yang dilakukan pada Rabu, 7 September 2022.

Hasil konferensi pers menyatakan bahwa pemerintah perlu menyesuaikan tarif ojol seiring meningkatnya harga BBM .

Hendro menjelaskan tarif ojol dibagi menjadi tiga zona, yakni zona pertama, zona kedua, dan zona ketiga.

Zona pertama, terdiri dari wilayah Sumatera, Bali, dan Jawa kecuali Jabodetabek . Untuk zona pertama, tarif bawah akan naik sebesar 8 persen dan tarif batas atas sebesar 8,7 persen.

Untuk itu, biaya jasa tarif batas bawah ojol mengalami kenaikan dari Rp1.850 per kilometer menjadi Rp2.000 per kilometer dan tarif batas atas naik dari Rp2.300 per kilometer menjadi Rp2.500 per kilometer.

Sementara, tarif minimal ditetapkan sebesar Rp8.000 sampai Rp10.000.

Zona kedua, meliputi wilayah Jabodetabek . Untuk tarif batas bawah mengalami kenaikan sebesar 13 persen dan tarif batas atas naik 6 persen.

Rincian biaya jasa tarif batas bawah naik dari Rp2.250 per kilometer menjadi Rp2.550 per kilometer dan batas atas naik dari Rp2.650 per kilometer menjadi Rp2.800 per kilometer.

Tarif minimal ditetapkan sebesar Rp10.200 sampai Rp11.200.

Zona ketiga, mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya. Maluku dan Papua, tarif batas bawah mengalami kenaikan 9,5 persen dan tarif batas atas naik 5,7 persen.

Dengan demikian, tarif batas bawah naik dari Rp2.100 per kilometer menjadi Rp2.300 per kilometer dan tarif batas atas naik dari Rp2.600 per kilometer menjadi Rp2.750 per kilometer.

Tarif minimal ditetapkan sebesar Rp9.200 sampai Rp11.000 yang semula Rp10.500-Rp 13.000. (Sophia Pemerena)***