detikfakta.com – Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya untuk menumbuhkan semangat hidup para penyintas gempa Cianjur kembali menatap masa depan.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) dengan menyelenggarakan kegiatan Dapur Kreasi.

Dapur Kreasi merupakan kegiatan pemberdayaan untuk memutar kembali roda perekonomian di wilayah bencana yang sempat terhenti, seperti pascabencana gempa bumi di Cianjur saat ini.

Seperti diketahui, Cianjur belum lama ini dilanda gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang disusul beberapa kali gempa berdaya kecil setelahnya.

Selain harta benda, para penyintas juga kehilangan mata pencaharian dan penghasilan. Banyak dari toko dan kios mereka roboh. Meski beberapa bangunan di antaranya masih berdiri, masyarakat masih belum berani kembali mengoperasikan tempat jualan mereka.

Salah satu relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang juga menjadi pendamping pelaksanaan Dapur Kreasi, Twi Adi mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai upaya pemulihan fungsi sosial ekonomi.

“Para penyintas tidak begitu saja diberi uang, yang berimbas pada budaya konsumtif. Sebaliknya, kami dengarkan aspirasi mereka dan maunya apa, kemudian kami konsep. Nanti, bantuan dari Kemensos, dibelikan bahan (untuk memenuhi aspirasi mereka),” ujar Twi dalam keterangan tertulis yang Kompas.com, Jumat (2/12/2022).

Selain itu, ia berharap, pembentukan Dapur Kreasi secara berkelompok dapat mengasah jiwa sosial masyarakat dan menjadi tempat belajar untuk mencari solusi permasalahan bersama dalam keadaan sesulit apa pun.

Setelah Dapur Kreasi terbentuk, Twi menuturkan bahwa kegiatan ini cukup menghasilkan. Terdapat banyak penyintas mengajukan diri untuk ikut serta dalam agenda tersebut Dapur Kreasi.

“Untuk sementara, sudah lumayan banyak yang daftar (mengikuti Dapur Kreasi),” kata Twi sembari tersenyum menyaksikan dampak positif dari Dapur Kreasi yang ia dampingi di lokasi pengungsian.

Bahkan, lanjut dia, para peserta menjual berbagai jenis produk, mulai dari martabak, seblak, hingga buka jasa pijat.

Twi menjelaskan, target pasar Dapur Kreasi menyasar para relawan atau masyarakat umum yang kebetulan singgah di lokasi pengungsian.

“Kami arahkan relawan atau kalau ada masyarakat yang mungkin sedang singgah untuk menjenguk keluarga mereka di pengungsian, kami arahkan juga mereka ke dapur kreasi untuk membeli produk ibu-ibu ini,” ucapnya.

Untuk menarik minat dan memanjakan para calon pembeli, lanjut Twi, pihaknya juga menyediakan sarana dan prasarana pendukung di area Dapur Kreasi.

Adapun sarana dan prasarana tersebut, seperti tempat duduk, lima set meja dan kursi, serta satu tenda kerucut dilengkapi fasilitas kelistrikan untuk keperluan charge alat elektronik, handphone atau laptop bagi pembeli.

“Termasuk, lampu-lampu café dengan view gunung dan tenda-tenda merah putih penyintas yang cantik untuk swafoto,” kata Twi.

Respons positif para penyintas

Sementara itu, Ketua Kelompok Dapur Kreasi Mia bersama sembilan anggotanya mengucapkan terima kasih terhadap upaya Kemensos melalui relawan Tagana yang telah mengajak para penyintas memulai usaha lewat Dapur Kreasi.

Sebelumnya, ia mengaku cukup jenuh tinggal di pengungsian. Namun kini, ia merasa termotivasi dan tidak terus-menerus memikirkan dampak gempa yang terjadi lantaran telah memiliki kesibukan tersendiri.

“Senang aja ya, jadi ada kegiatan nggak cuma diem aja di tenda,” ucap Mia di Posko Pengungsian Lapangan Cariu, Desa Mangunkerta, Kabupaten Cianjur, Kamis (1/12/2022).

Ia mengaku bahwa keberadaan dan manfaat Dapur Kreasi langsung dapat dirasakan oleh penyintas dan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, banyak ibu-ibu sesama penyintas terdorong untuk turut serta memulai usaha.

Untuk diketahui, kelompok ibu-ibu pemilik lapak Dapur Kreasi sebelumnya telah diberikan intervensi berupa pemberdayaan oleh Kemensos pascabencana.

Raup pendapatan hingga Rp 3 juta

Pada kesempatan tersebut, Mia mengungkapkan bahwa kegiatan Dapur Kreasi telah menghasilkan pendapatan hingga Rp 3 juta lebih.

Pendapat itu didapat sejak mulai berjualan pada Selasa (29/11/2022) hingga hari ketiga pada Kamis (1/12/2022).

Alhamdulillah, hari pertama buka dapat Rp 1,6 juta. Hari kedua dapat Rp 1,5 juta. Kalau sekarang hari ketiga masih belum dihitung. Akan tetapi sekarang (sore) dagangan sudah hampir habis,” kata Mia.

Para ibu dari Dapur Kreasi juga nampak sibuk di lokasi pengungsian Lapangan Cariu, Kabupaten Cianjur, meski hari menjelang petang.

Mereka tengah disibukkan dengan menyiapkan adonan gorengan dari tepung, sayuran dan bahan lainnya. Meski tinggal stok terakhir, tetapi masih banyak pembeli mengantre di depan tenant.

Gorengan panas banyak digemari para pembeli sebagai teman menghabiskan hari yang merambat menuju petang.

“Sudah hampir habis dagangan kami hari ini, tetapi masih ada saja yang beli. Alhamdulillah,” imbuh Mia.

Untuk gorengan, lanjut dia, pihaknya membanderol harga Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Sementara untuk minuman dijual seharga Rp 2.000 ke atas, tergantung jenis minuman.