detikfakta.com – Kemungkinan dakwaan yang akan dijatuhkan kepada mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dapat mundur sampai berminggu-minggu.

Pada 18 Maret 2023, Trump menyatakan tiga hari lagi akan ditangkap atas tuntutan pembayaran uang tutup mulut kepada bintang porno Stormy Daniels.

Namun, sejak itu panel yang dibentuk oleh kepala jaksa penuntut Manhattan terus mendengarkan keterangan para saksi.

Kini, dengan kasus-kasus lain yang harus ditangani, liburan Paskah dan Idul Fitri, serta jeda istirahat dua minggu dari 10 April, dewan juri mungkin baru bisa membahas kasus ini lagi pada akhir April, menurut Washington Post dan Politico mengutip sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Washington Post mengatakan, tanggal paling awal bagi dewan juri untuk melanjutkan kasus ini adalah 24 April 2023.

Trump diduga membayar Daniels 130.000 dollar AS (Rp 2 miliar) jelang pilpres 2016 agar tidak buka suara tentang hubungan seksual mereka pada 2006.

Mantan pengacara Trump yaitu Michael Cohen–yang bersaksi di depan dewan juri–pada 2019 mengatakan kepada Kongres, dia melakukan pembayaran atas nama Trump kemudian diganti uangnya.

Jaksa penuntut mengatakan, cek tersebut tidak didaftarkan dengan benar, yang biasanya dapat mengakibatkan tuduhan pelanggaran ringan karena memalsukan catatan bisnis.

Namun, itu bisa menjadi tindak pidana jika jaksa wilayah dapat meyakinkan dewan juri bahwa pembayaran dan kesaksian tersangka adalah bagian menutup-nutupi untuk menguntungkan kampanye pemilihan Trump dengan mengubur skandal tersebut.

Penyelidikan New York ini diharapkan menjadi yang pertama mencapai keputusan dari tiga penyelidikan besar terhadap sang mantan Presiden ke-45 AS.

Sejauh ini belum ada Presiden AS, baik yang sudah mantan maupun masih menjabat, yang pernah didakwa.

Trump juga sedang diselidiki terkait klaim pengitungan suara pilpres AS 2020 di negara bagian Georgia, dan kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol oleh para pendukungnya yang.

Trump, yang berupaya nyapres lagi di pilpres AS 2024, menyangkal perselingkuhan dengan Stormy Daniels dan menyebut penyelidikan ini “perburuan penyihir” (mencari-cari kesalahan) serta penganiayaan politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.