Kelompok hacker bernama BlackCat mengklaim telah berhasil meretas server raksasa video gim, Bandai Namco.

Sebuah kelompok ransomware mengklaim telah berhasil meretas server salah satu raksasa di industri permainan, Bandai Namco. Meski begitu, studio gim asal Jepang ini belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim ini. 

Kabar mengenai peretasan ini pertama kali dilaporkan oleh dua grup pengawas malware yaitu Vx-underground. Melansir PC Gamer (13/7), laporan ini disertai dengan gambar dari blog darkweb ALPHV yang telah mengklaim serangan siber tersebut. 

Kelompok hacker yang menamakan diri ALPHV ini lebih dikenal dengan sebutan BlackCat di dunia ransomware. Menurut informasi dari PC Gamer, kelompok yang menargetkan serangan ke server Bandai Namco ini tampaknya telah dikenal oleh beberapa pengawas malware. 

Beberapa peneliti malware menyebut, ALPHV kontemporer ini diduga berhubungan dengan ransomware sebelumnya seperti BlackMatter atau Noberus. PC Gamer mengatakan, serangan ALPHV menjadi hal yang serius bagi korbannya. Bahkan, kelompok ini tampaknya juga telah menjadi target FBI sejak beberapa waktu lalu. 

Seperti dikutip dari PC Gamer, laporan Hacker News mengungkap, sejak 4 Desember 2021 lalu, BlackCat telah diiklankan di pasar bawah tanah berbahasa Rusia. Di sana, mereka menyebut dirinya sebagai ‘generasi ransomware berikutnya’. 

“Kami berada dalam kategori bobot yang berbeda, jadi kami tidak mengenali siapa pun,” kata perwakilan ALPHV pada bulan Februari lalu. 

Lebih lanjut, akun pengawas malware Vx-underground mengatakan, kelompok ransomware ALPHV ini telah menuntut tebusan pada raksasa video gim Bandai Namco. Lewat keterangannya di cuitan Twitter, Bandai Namco dituliskan sebagai penerbit video gim internasional yang telah menerbitkan beberapa permainan seperti Dark Souls, Ace Combat, Dragon Ball, dan lain-lain. 

Meski beredar kabar terkait peretasan, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi yang dirilis oleh Bandai Namco. Sehingga, kabar mengenai serangan siber ini masih perlu dikonfirmasi oleh pihak perusahaan.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.