detikfakta.com – Pemerintah China saat ini tengah berusaha untuk mengatur industri kecerdasan buatan ( AI ) yang berkembang pesat. Pada draft peraturan yang rilis pekan ini, perusahaan teknologi nantinya wajib mendaftarkan produk AI mereka ke China Cyberspace Administration dan memenuhi syarat penilaian keamanan sebelum dirilis ke publik.Regulasi tersebut mencakup semua aspek AI generatif, mulai dari bagaimana sistem dilatih dan caranya untuk berinteraksi dengan pengguna. Perusahaan pengembang akan bertanggung jawab atas keabsahan sumber data pra-pelatihan dan memastikan konten AI mencerminkan nilai inti sosialisme.Perusahaan harus memastikan bahwa AI tidak menyerukan nilai subversi terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berkuasa. Selain itu, konten yang berupaya menghasut gerakan perusak persatuan nasional, pornografi, kekerasan, ekstremisme, terorisme, dan diskriminasi akan dilarang.

Di Barat, ChatGPT juga mendulang kontroversi. Seperti saat ia memberi tahu pengguna dengan gangguan mental untuk bunuh diri, atau saat mendorong seorang wartawan New York Times untuk meninggalkan istrinya.Regulasi AI yang diterapkan Beijing bisa menjadi masalah besar untuk perusahaan raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba. Aturan tersebut memikili standar yang sangat tingi dan perusahaan belum tentu bisa memenuhinya dengan teknologi yang tersedia saat ini.***