Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia jauh lebih baik dari pada sejumlah negara di dunia dalam menghadapi gelombang Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5 meskipun memiliki penduduk yang sangat banyak. Hal ini menurutnya disebabkan masih tingginya kedisiplinan masyarakat Indonesia untuk menaati protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi.

Meski demikian, Budi mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan prokes yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu memakai masker saat di dalam ruangan, saat di luar ruangan yang penuh keramaian, dan luar ruangan yang tertutup.

“Hasil diskusi para epidemiolog, meningkatnya Covid-19 disebabkan kekurang waspadaan dari beberapa negara, dan terlalu terburu-buru melonggarkan prokes dan vaksinasi,” kata Budi mengenai laporannya dalam  Keterangan Pers Menteri Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, di Istana Presiden, Jakarta, Senin (4/7).

Budi juga menyampaikan, meski Covid-19 di Indonesia cukup terkendali, ia meminta agar masyarakat tetap melakukan vaksinasi booster. Pasalnya, vaksin ketiga ini terbukti meningkatkan kadar antibodi tubuh. Ia juga menjelaskan, kasus Covid-19 di Indonesia jika diamati tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini berbeda dengan beberapa negara lain di dunia yang 30 hingga 40 hari sejak kasus ditemukan, maka puncak kasus telah tercapai. Budi menyebut, puncak penyebaran virus tercapai jika satu varian sudah tinggi, setelahnya penularan kasus akan mengalami penurunan.

“Di Indonesia kasusnya sudah sekitar 30 hari dari awal pertama BA.4 dan BA.5 ditemukan. Kita masih ada 1 hingga 2 pekan ke depan, kalau dibanding negara lain harusnya puncaknya sudah tercapai. Contohnya seperti pada puncak kasus sebelumnya, dominasi varian Delta hampir 100 persen dari populasi virus, dan saat itu sudah mulai jadi penurunan atau kasus mulai melandai,” imbuh Budi.

Diketahui saat ini virus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 sudah lebih dari 80 persen dari varian yang ditemukan, bahkan Budi juga menuturkan untuk wilayah DKI Jakarta sudah ada 10 persen.

Berdasarkan data dari sero survei terbaru di bulan Maret, Budi menyebut antibodi masyarakat Indonesia masih tinggi yakni ada di titer atau level 3000 hingga 4000 dan telah dimiliki oleh 99 persen populasi. Sedangkan pada Desember 2021, hasil sero survei menunjukkan antibodi masyarakat masih berada di level 400 sampai 500 yang dimiliki oleh 88 persen populasi. Pemerintah saat ini juga berencana membuat kebijakan baru untuk mengontrol penyebaran kasus Covid-19 ini.

“Jelang hadapi HUT RI di bulan Agustus mendatang, kita akan memulai kembali sero survei. Sero survei akan dimulai pada hari ini, dan diharap dalam jangka satu bulan hasilnya sudah keluar. Jadi kita bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat terkait prokes dan vaksinasi,” lanjut Budi.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.