detikfakta.com – Gubernur SumselHerman Deru menyatakan siap membantu petani di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim untuk mengatasi masalah gagal panen setelah belasan hektare sawah padi di daerah itu terendam banjir pada Kamis (9/3).

“Seperti kita ketahui bencana banjir akibat intensitas curah hujan tinggi hingga meluapnya Sungai Prapau merendam 12 hektare sawah di desa setempat,” kata Gubernur Sumsel saat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Muara Enim, Ahad.

Dia mengatakan, intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat air sungai meluap hingga menimbulkan bencana banjir di beberapa daerah di Sumsel, termasuk Kabupaten Muara Enim.

Selain merendam puluhan rumah penduduk dan fasilitas umum, bencana alam itu juga menggenangi lahan pertanian milik petani di Desa Tanjung Raman hingga terancam gagal panen.

Oleh sebab itu, kata dia, untuk membantu petani pihaknya berupaya melakukan pemulihan lahan sawah terdampak banjir di Kabupaten Muara Enim dengan cepat dan tepat.

Pemerintah Provinsi Sumsel segera mengirimkan sarana produksi (saprodi) pertanian ke Muara Enim untuk menekan kerugian yang dialami petani di wilayah itu.

Deru pun menginstruksikanPenjabat Bupati Muara Enim untuk menginventarisir dan mendata langsung berapa banyak luas sawah padi milik petani yang gagal panen akibat bencana alam di kabupaten tersebut.

“Saya minta pak Bupati untuk meninjau sekaligus mendata total luas lahan pertanian yang gagal panen agar segera dilaporkan untuk dibantu saprodi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 70 rumah warga di tiga desa meliputi Desa Darmo Kampung 1, Prapau dan Desa Lubuk Nipis, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan terendam banjir setinggi mencapai 100 centimeter akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi pada Kamis (9/3) pukul 10.00 WIB.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim, Hasbi Rizal mengatakan, meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana alam sejumlah fasilitas umum seperti pagar lapangan voli, kantor desa dan jalan setapak di Desa Lubuk Nipis juga ikut terendam banjir setinggi 50 centimeter.

Selain rumah dan fasilitas umum, kata dia, banjir akibat luapan Sungai Prapau itu juga merendam lahan pertanian sawah padi milik masyarakat di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujanmas hingga terancam gagal panen.

“Untuk lahan pertanian, seluas 12 hektare sawah yang siap panen terendam banjir,” kata Hasbi.*