Kuota Subsidi BBM Menipis, Pemerintah Diminta Prioritaskan Anggaran - GenPI.co
SPBU di Ciledug, Tangerang pada 4 April masih terlihat antre dan BBM Pertalite kosong. Foto: Annissa Nur Jannah/GenPI.co

GenPI.co – Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah menyayangkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite yang diketahui akan habis pada Oktober 2022.

“Cukup disayangkan, padahal di sisi lain pemerintah gencar promosikan keberhasilan ekonomi,” ujar Dedi kepada GenPI.co, Rabu (31/8).

Menurutnya, mengurangi subsidi BBM tidak bersinergi dengan semangat peningkatan ekonomi tanah air.

BACA JUGA:  Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran, DPR RI Sebut Bansos

“Selain itu, pemerintah juga seolah miliki banyak sumber daya saat membangun ibukota baru,” tuturnya.

Oleh sebab itu, menurut Dedi, seharusnya pemerintah lebih peka lagi dalam menyoroti soal hal-hal yang diperlukan rakyat. 

BACA JUGA:  Subsidi BBM Boleh Dihentikan, Pertamina Harus Tanggung Biaya Pendidikan dan Kesehatan

“Seharusnya subsidi BBM didahulukan lantaran hal tersebut dirasakan publik secara langsung,” ucapnya.

Dirinya juga meminta pemerintah untuk memprioritaskan subsidi BBM alih-alih mengalokasikan anggarannya untuk pembangunan IKN.

BACA JUGA:  Subsidi BBM Kontroversial, Pengamat Sentil Tanggung Jawab Pertamina

“Pemerintah perlu menimbang ulang, subsidi itu hak warga negara atas kehadiran negara,” kata dia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.