TikTok kembali mendapatkan tuntutan akibat tantangan blackout challenge yang diduga menewaskan tujuh anak.

Platform media sosial dan video pendek, TikTok, kembali mendapatkan gugatan di Amerika Serikat. Kali ini, tuntutan tersebut dilayangkan oleh sejumlah orangtua yang anaknya meninggal dunia akibat tantangan ‘blackout challenge’ yang ada di portal mereka. 

Blackout challenge merupakan salah satu tantangan di aplikasi garapan ByteDance yang mengajak pengguna untuk mencekik diri dengan tali atau barang lainnya hingga pingsan. Tantangan ini dianggap berbahaya lantaran sudah menjadi penyebab kematian beberapa anak yang mencobanya. 

Melansir The Verge (11/7), gugatan tersebut berisi tuduhan untuk algoritma TikTok yang telah merekomendasikan ‘blackout challenge’ kepada kalangan anak-anak. Dalam informasi ini, disebutkan jika semua anak yang meninggal dunia akibat tantangan tersebut berusia kurang dari 15 tahun. 

Lebih lanjut, gugatan kepada TikTok telah masuk Pengadilan Tinggi Los Angeles County, Amerika Serikat pada Jumat (1/7) lalu. Lewat gugatan disebutkan, dua anak telah meninggal dunia karena melakukan tantangan yang direkomendasikan oleh aplikasi tersebut. 

Gugatan terbaru berasal dari orang tua Lalani Walton (8 tahun) dan Arriani Arroyo (9 tahun) pada Juni kemarin. Dalam berkas gugatan mereka, perwakilan Walton dan Arroyo mengatakan, mendiang anak mereka tidak pernah mencari tantangan tersebut. Mereka menuduh, TikTok mengkurasi video tantangan ini dan menganggapnya sesuai untuk anak-anak. 

Selain Walton dan Arroyo, lima korban lainnya yang meninggal sepanjang 2021 karena mengikuti Blackout Challenge berasal dari Italia (10 tahun), Colorado, AS (12 tahun), Australia (14 tahun), Oklahoma, AS (12 tahun) dan Pennsylvania, AS (10 tahun). 

Nylah Anderson, ibu dari seorang korban asal Pennsylvania juga telah menggugat TikTok terkait tantangan ‘blackout challenge’ tersebut. Ia menuduh, aplikasi ini sengaja menampilkan tantangan berbahaya kepada kalangan anak-anak. 

Sebagai respon terhadap gugatan Anderson, TikTok mengungkap telah memblokir pengguna yang mencari kata kunci ‘blackout challenge’. Pada hasil pencarian, TikTok akan menampilkan layar yang berisi peringatan bahwa tantangan tersebut bisa berbahaya, mengganggu hingga dipalsukan. 

Akan tetapi, gugatan dari orang tua Walton dan Arroyo mengungkap, anak-anak mereka tidak mencari tantangan ketika melihat video di TikTok. Sebagai gantinya, dalam gugatan tersebut dikatakan, TikTok telah menempatkan video tantangan itu di layar utama aplikasi, tepatnya pada halaman For You

Berkaitan dengan hal tersebut, juru bicara TikTok, Mahsau Cullinane menyatakan, tantangan tersebut diketahui berasal dari sumber di luar TikTok. Ia menyebut, tantangan ini sudah lama ada dan tidak pernah menjadi tren di platform mereka. 

“Kami tetap waspada dalam komitmen kami terhadap keselamatan pengguna dan akan segera menghapus konten terkait jika ditemukan. Simpati kami yang terdalam ditujukan kepada keluarga atas kehilangan tragis mereka,” ujar Cullinane.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.