Merdeka.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyinggung kasus penganiayaan oleh Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) pada diskusi yang bertajuk ‘Inovasi Layanan dalam Pencegahan dan Respons atas Kekerasan Berbasis Gender sebagai Bagian dari Pemulihan Sosial yang Inklusif di DKI Jakarta’ dengan United Nations Development Programme (UNDP) pada Selasa (30/8). Diskusi ini merupakan acara pendukung Urban 20 (U20) Mayor Summit 2022 di Hotel Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat.

Anies mengatakan, belakangan ini di Jakarta sempat terjadi kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh PPSU. Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI pun mengambil langkah tegas dengan memberhentikan petugas tersebut dan menyerahkan kasusnya ke kepolisian.

“Kejadian ini membuktikan bahwa Jakarta memiliki kebijakan zero-tolerance terhadap kekerasan terhadap perempuan, yang tercermin dalam kebijakan kami yang mencakup upaya end-to-end mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi. Bahkan, kami selalu aktif menjalankan kampanye dalam memerangi Gender Base Violence (GBV) dan mengajak seluruh Wali kota yang hadir di sini untuk berpartisipasi dalam kampanye ini melalui berbagai media informasi dan komunikasi,” kata Anies.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengklaim telah memasukkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam klasifikasi kegiatan strategis daerah serta masuk dalam kegiatan strategis setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta.

“Hal ini untuk menjadikan Jakarta mampu melindungi empat kelompok rentan, yaitu lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak. Jika keempat kelompok rentan tersebut dapat terlindungi dengan baik, maka perlindungan untuk seluruh warga Jakarta juga akan berjalan baik,” jelas Anies.

Beberapa program tersebut, di antaranya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang sudah berstandar ISO hingga unit reaksi cepat dengan layanan 24 jam. Terdapat pula pos pengaduan di 19 lokasi di seluruh Jakarta, Rumah Aman, dan Jakarta Siaga dengan nomor telepon di 112.

Adapun acara ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Officer in Charge UNDP Indonesia Nicholas Booth. Acara ini juga menghadirkan para pembicara yakni, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, pakar dari Seoul Policy Center Hye Young Park, serta Delegasi Kota dari Mumbai, India, Iqbal Singh Qhalal, Delegasi Kota dari Lima, Peru, Jhosselyn Jheydi, dan Delegasi Kota dari Quito, Ekuador, Juan Manuel Carrion.

[eko]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.