banner 728x250

Diskusi Publik GJPI DPW NTB Mengenai Media Digital

Oplus_131072
banner 120x600

NTB, detikfakta.com :

Rabu, 04 Maret 2026 – Gerakan Juang dan Pendidikan Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Nusa Tenggara Barat (GJPI DPW NTB) mengada diskusi publik dengan tema “Media Digital Sebagai Ruang Publik Yang Demokratis dan Progresif”. Diskusi tersebut terselenggarakan pada pukul 19:00 WITA di angkringan Ruang Semanggi, Udayana, Kota Mataram.

Diskusi Publik tersebut di adakan berdasarkan pandangan GJPI DPW NTB melihat situasi penggunaan media digital yang cukup memprihatinkan dewasa kini.

M. Daris Asyrof selaku ketua GJPI DPW NTB menekankan bahwa diskusi ini diharapkan dapat menjadi fasilitator ruang rasional dan edukatif bagi masyarakat umum agar dapat terciptanya ruang publik yang sehat.

“Jadi kami dari GJPI DPW NTB melihat bahwa permasalahan literasi digital perlu untuk di sebarkan di kalangan pemuda dan mahasiswa di Nusa tenggara Barat.

Agar ketika ada informasi yang tersebarkan secara luas di media sosial, Kita dapat membedakan antara informasi yang kemudian membawa kita perpecahan atau manipulasi dan mana yang membawa kita di informasi yang bersifat positif.” Ujar Daris

Dalam diskusi ini dihadiri oleh tiga pembicara dari berbagai elemen seperti Arya Setiawan selaku Katim Berita TVRI NTB, Praktisi Pendidikan Adi Awaludin, dan Ketum DPP GJPI Ridha Furqon Wahyu Ramdhani.

Dalam paparanya Adi Awaludin melihat bahwa media digital harus dapat dipergunakan dengan bijak di sehat terutama di lingkup sekolah, karena sekolah merupakan tempat pembangunan karakter terbaik bagi penerus bangsa.

“Sebagai praktisi pendidikan saya melihat bahwa penting bagi kita semua untuk menyadarkan para siswa didik bahwa penggunaan media digital memiliki konsekuen yang sama dengan apa yang ada di ruang rill, pun bagi para guru kami melihat masih membutuhkan pelatihan maupun pendampingan dari pemerintah mengenai media digital.” Ucap Adi Awaludin.

Melalui perspektif aktivis, Ridha melihat bahwa Ruang Publik merupakan suatu ruang yang harus dilihat secara serius dan strategis. Melalui Ruang Publik interaksi sosial diharapkan dapat menjadi tempat pertukaran gagasan dan ide secara rasional menuju demokratisasi yang progresif.

“Jurgen Habermas menilai Public Sphere sebagai tempat dimana pertukaran gagasan dan ide dapat terjalankan secara rasional dan bijak oleh masyarakat. Konsekuensi dari hal tersebut adalah bagaimana upaya yang dibangun para aktivis dalam mendorong terciptanya Ruang Publik yang demikian sehingga masyarakat tidak selalu dikuasai oleh ideologi dominan dalam menciptakan ketertiban semu.” Ridha dalam materinya.

Dalam rangka meningkatkan ruang publik yang sehat Arya Setiawan menekankan crosscheck berita secara sehat dan bijaksana, baginya media mainstream seperti TVRI menggunakan metode pencari kebenaran secara komperhensif untuk dapar menyajikan informasi yang baik bagi masyarakat.

“Media digital penyebar berita seringkali dipergunakan dalam cara yang tidak bertanggung jawab, sebagai contoh media sosial. Akun tidak bertanggung jawab acap kali membagikan berita hoax secara luas, namun ketika dimintai pertanggung jawaban mereka menghapus akun tersebut.

Saya mengingatkan kepada para peserta untuk lebih selektif dalam mempercayai media penyebar berita. Caranya cukup sederhana untuk melihatnya, media berita yang memiliki alamat jelas dan kongkrit saya rasa sudah dapat dipertanggung jawabkan muatan beritanya.”

Diskusi ini menjadi ruang edukasi dan diskusi lintas perspektif masyarkat dalam melihat sisi positif dan negatif dari penggunaan media digital kontemporer.

Abdul sebagai pihak Ruang Semanggi sangat mendukung adanya diskusi seperti ini dikarenakan hal tersebut dirasa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Semoga masyarakat dapat mengetahu pentingnya media digital, mengingat kita hidup didalamnya seharu-hari.

Kami melihat ini sebagai langkah awal dan tentunya mengharapkan akan ada diskusi-diskusi lagi selanjutnya di Ruang Semanggi.” Tutupnya.

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *