Studio yang menggarap permainan ‘Destiny’, Bungie, sekarang resmi bergabung dalam perusahaan raksasa Sony Interactive Entertainment.

Sony resmi mengumumkan selesainya proses akuisisi pembelian studio dan penerbit gim independen, Bungie, melalui cuitan di Twitter. Pengembang permainan video fenomenal ‘Destiny 2’ tersebut kini resmi menjadi bagian dari perusahaan mereka. 

Melansir Engadget (17/7), Sony Interactive Entertainment dilaporkan resmi menutup kesepakatan senilai USD3,6 miliar tersebut pada Jumat (15/7) kemarin. Engadget menyebut, studio Bungie akan menjadi anak perusahaan independen dari perusahaan raksasa di industri hiburan tersebut. 

Sesuai dengan kesepakatan akuisisi kedua belah pihak, studio di balik permainan populer ‘Destiny’ ini akan tetap mempertahankan kontrol kreatif atas operasinya. Mereka juga tetap bakal mengembangkan permainannya secara mandiri. 

Sejak akuisisi ini diumumkan, Bungie akan dianggap sebagai anak perusahaan Sony yang mandiri. Pasalnya, studio gim ini tidak diharuskan membuat permainan yang eksklusif di PlayStation untuk saat ini dan masa mendatang. 

Seperti yang diungkapkan Engadget, Sony tampaknya berharap keahlian Bungie dapat membantunya untuk memperluas permainan layanan langsung dari mereka. Perusahaan ini berencana memperluas anggaran dari PlayStation untuk permainan langsungnya di masa depan. 

“Perusahaan berencana untuk menghabiskan 55 persen dari anggaran PlayStation untuk permainan layanan langsung pada tahun 2025,” ungkap CEO Sony Jim Ryan pada presentasi investor bulan Mei, seperti dikutip dari Engadget

Lebih lanjut, PlayStation sepertinya berencana untuk merilis 10 permainan layanan langsung di platform mereka pada 2026 mendatang. Oleh karena itu, Sony yakin, studio Bungie akan berperan penting dalam upaya ini. 

Pekan ini, Sony juga menutup kesepakatan untuk mengakuisisi Haven Studios, yang sedang mengerjakan judul multipemain untuk PlayStation. Perusahaan berencana mengakuisisi lebih banyak studio selama beberapa tahun ke depan sebagai upaya untuk mengembangkan layanan langsung dan penawaran PC di platform mereka.
 


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.