Teknologi AI terbaru dari Dell ini akan membantu proses analisa dari foto-foto Great Barrier Reef menjadi lebih cepat dan akurat.

Dell baru saja mengumumkan teknologi AI terbaru mereka yang dikembangkan untuk mendorong keberlanjutan terumbu karang yang termasuk ke dalam keajaiban alam terbesar. Melalui kolaborasi dengan organisasi konservasi bernama Citizens of the Great Barrier Reef, perusahaan ini menghadirkan sistem deep learning yang dapat menganalisa foto dengan lebih cepat dan akurat dalam fase sensus terumbu karang (Great Reef Census/GRC) yang dilakukan oleh sejumlah relawan.

Teknologi ini diklaim mampu memangkas waktu analisa foto terumbu karang dari tujuh hingga delapan menit menjadi kurang dari satu menit untuk tiap fotonya. Artinya, kini para relawan dapat menganalisa lebih dari 13 ribu foto dalam waktu kurang dari 200 jam saja. 

Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh Tek.id, Kamis (25/8), teknologi ini akan bekerja dengan sistem onboard yang dipasangkan pada perahu. Kemudian, sistem akan secara otomatis terhubung ke model deep learning yang melalui jaringan seluler untuk memastikan foto yang dihasilkan tersimpan secara real-time

Dell menyebut, teknologi ini dapat membantu GRC untuk mempercepat analisa foto yang sebelumnya bergantung pada relawan. Sehingga mereka dapat mengalihkan fokusnya ke upaya pemulihan cepat di area yang paling membutuhkan perhatian dalam periode tahunan, seperti ketika musim ikan bertelur. 

Model pembelajaran mendalam Dell ini berbasis ion SegNet dan berjalan pada server HPC yang dipercepat GPU Dell. Teknologi ini dapat mengelompokkan gambar dalam waktu kurang dari sepuluh detik, dibandingkan dengan tujuh menit yang dibutuhkan manusia untuk menyelesaikan bagian tugas tersebut.

Untuk mewujudkan proyek ini, Dell Technologies bekerja sama dengan seluruh wilayah Asia Pasific dan Jepang (APJ) yang menggabungkan keahlian tim Citizens of the Great Barrier Reef, Dell, peneliti dari Universitas Queensland (UQ) dan Universitas James Cook (JCU), Sahaj Software Solutions dan ilmuwan warga. 

Lebih lanjut, tim data science Dell yang berada di Singapura juga terus menyempurnakan dan melakukan berbagai pengujian untuk model Artificial Intelligence (AI) yang terpilih di tingkat komunitas. Ini dilakukan untuk memastikan standar perbandingan dari model tersebut terpenuhi.

“Dell Technologies bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang memiliki misi yang sama untuk mewujudkan dampak sosial iklim yang positif,” ujar Amit Midha, President APJ dan Global Digital Cities

Sementara Andy Ridley, CEO dan pendiri Citizens of the Great Barrier Reef mengungkap, teknologi ini merupakan salah satu contoh simbiosis yang baik antara mesin dan manusia. Menurutnya, teknologi AI seperti yang dihadirkan oleh Dell ini dapat menunjukkan kekuatan teknologi dalam mendukung keberlanjutan dan upaya konservasi global. 

Model deep learning ini akan disebarkan penuh untuk seluruh relawan Great Barrier Reef pada November mendatang setelah melalui pengujian lebih lanjut dari berbagai pihak. Rencananya, teknologi ini juga akan digunakan dalam konservasi terumbu karang di seluruh dunia yang akan diawali dari Indonesia. 
 


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.