detikfakta.com – JAKARTA – Saat ini terjadi persaingan yang semakin sengit di sektor bisnis teknologi AI, terutama antara perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Amazon.

Persaingan semakin ketat dengan munculnya peraturan dan kebijakan yang ketat dari pemerintah China terkait dengan penggunaan teknologi AI dan konten yang dihasilkan oleh mesin AI.

Di China, perusahaan-perusahaan teknologi terbesar juga menjadi pesaing serius dengan mengembangkan model bahasa besar mereka sendiri.

Hal ini memicu perusahaan-perusahaan teknologi China menawarkan produk dan layanan AI mereka yang bersaing dengan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika.

Berikut adalah lima perusahaan teratas yang memimpin perlombaan AI China:

1. Tencent

Tencent sebagai perusahaan besar dalam industri game dan hiburan, telah mengumumkan alat AI yang mirip dengan ChatGPT bernama HunyuanAide pada Februari 2022.

Sayangnya, informasi terkait kapan terakhir kali diperbarui tidak tersedia karena perusahaan belum mengumumkan pembaruan terbaru untuk alat tersebut.

    Badan Perlindungan Konsumen Eropa Diminta Selidiki Penggunaan ChatGPT Cs

    Elon Musk Luncurkan TruthGPT, Chatbot AI Pesaing ChatGPT

    Potensi Kebocoran Data, Asosiasi Finansial China Ingatkan Masyarakat Tak Gunakan ChatGPT

Namun, kemungkinan perusahaan akan memfokuskan upaya AI pada pengembangan game dan perangkat lunak perusahaan yang dapat meningkatkan penawaran layanan cloud perusahaan.

Tencent juga memiliki akses ke kumpulan data besar dari penggunanya di platform WeChat yang dapat digunakan untuk melatih model AI. Meskipun alat obrolan Hunyuan terampil dalam bahasa Cina, perusahaan belum merilis model terbaru sejak debutnya.

2. Alibaba

Tongyi Qianwen adalah asisten virtual berbasis AI yang dikembangkan oleh Alibaba.

Alat ini mengintegrasikan berbagai produk dan layanan Alibaba, seperti perangkat lunak komunikasi DingTalk, untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan efisien bagi pengguna.

Tongyi Qianwen dapat membantu pengguna dalam melakukan pencarian produk, memberikan rekomendasi, serta menjawab pertanyaan dengan cepat.

Alibaba sendiri memang memiliki ekosistem yang luas, termasuk layanan e-commerce, pembayaran digital, dan layanan cloud computing.

Hal ini memberikan kesempatan bagi Alibaba untuk memanfaatkan teknologi AI dalam mengoptimalkan berbagai aspek bisnis mereka, termasuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pengguna.

3. Bytedance

Bytedance adalah perusahaan teknologi Tiongkok yang terkenal karena aplikasi video pendek TikTok.

TikTok menggunakan algoritme rekomendasi berbasis AI untuk menawarkan konten yang sesuai dengan minat dan preferensi pengguna.

Selain TikTok, Bytedance juga memiliki aplikasi lain seperti Toutiao (aplikasi berita), Xigua Video (aplikasi video), dan Lark (aplikasi kolaborasi bisnis).

Sayangnya, Bytedance tengah mengalami kesulitan dalam memperkenalkan alat kolaborasi bisnis mereka, Lark.

Perusahaan ini berusaha untuk memasarkan Lark sebagai alternatif untuk aplikasi kolaborasi bisnis lainnya seperti Slack dan Microsoft Teams, saat ini Bytedance masih terus mencoba untuk memperluas jangkauan produk-produknya dan bersaing di berbagai pasar.

4. Baidu

Baidu adalah perusahaan teknologi terbesar kedua di Tiongkok setelah Alibaba dan salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Baidu terkenal karena mesin pencarinya yang memungkinkan pengguna untuk mencari berbagai informasi, mulai dari berita, gambar, hingga video.

Selain mesin pencarian, Baidu juga memiliki berbagai produk dan layanan lain, termasuk aplikasi kecerdasan buatan dan chatbot percakapan, seperti Ernie.

Ernie-1.0, dirilis pada bulan Juli 2019. Ernie-1.0 menggunakan pendekatan baru dalam pengolahan bahasa alami yang disebut sebagai “pemrosesan bahasa alami berbasis representasi” (representation-based natural language processing).

Setelah itu, Baidu meluncurkan beberapa versi terbaru dari Ernie, termasuk Ernie-2.0, Ernie-3.0, dan Ernie-4.0, yang semuanya memiliki peningkatan dalam kemampuan pemrosesan bahasa alami.

Ernie-2.0, misalnya, mampu memahami bahasa manusia dengan lebih baik dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti pemrosesan bahasa yang terkait dengan pertanyaan dan jawaban.

5. SenseTime

SenseTime adalah perusahaan perangkat lunak kecerdasan buatan yang berbasis di China. Perusahaan ini terkenal dengan teknologi pengenalan wajah dan gambar, dan baru-baru ini meluncurkan produk baru, termasuk chatbot SenseChat dan generator gambar, yang bersaing langsung dengan produk OpenAI.

SenseTime memiliki keunggulan dalam hal komputasi yang kuat karena memiliki pusat data AI yang besar untuk melatih lebih banyak model pada parameter yang lebih besar.