Kecerdasan buatan (AI) buatan Meta yang mempermalukan Mark Zuckerberg ini disebut dengan BenderBot 3.

Akhir pekan lalu, Meta dilaporkan mengadakan acara untuk perilisan chatbot generasi terbaru mereka yaitu BlenderBot 3. Pada acara peluncuran ini, Mark Zuckerberg, bos perusahaan Meta, mendapatkan sindiran dari chatbot berbasis kecerdasan buatan ini. 

Dilansir dari techupdate (18/8), chatbot dengan basis Artificial Intelligence (AI) ini disebut telah dirancang dan dilatih menggunakan sejumlah besar data bahasa yang tersedia untuk umum. Ini ditujukan agar BlenderBot 3 dapat mengobrol dan berbincang dengan manusia. 

Meta mengungkap, BlenderBot 3 merupakan purwarupa yang ditujukan untuk penelitian dan hiburan. Sehingga ada kemungkinan chatbot berbasis AI ini akan membuat pernyataan yang tidak benar atau bahkan menyinggung, seperti yang dialami oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg. 

Ketika Jurnalis BBC James Clayton mencoba menanyakan pendapat tentang mark Zuckerberg kepada BlenderBot 3, justru keluar sebuah jawaban yang mengejutkan. Pasalnya, alih-alih memberikan penilaian positif terhadap bos perusahaan Meta tersebut, chatbot ini justru memberikan sindiran keras untuk Zuckerberg. 

BlenderBot 3 mengatakan, Mark Zuckerberg mempunyai kinerja yang sangat buruk ketika bersaksi di depan kongres. Teknologi ini mengungkap, hasil kinerja Zuckerberg mampu membuatnya khawatir tentang negara mereka yaitu Amerika Serikat. 

“Negara kita (sudah) terpecah, dan dia tidak membantu sama sekali,” tambah BlenderBot 3. 

Lebih lanjut, teknologi berbasis AI ini juga memberikan pernyataan yang mengejutkan terkait Mark Zuckerberg. Berdasarkan penuturan BlenderBot 3, Meta juga telah melakukan eksploitasi pekerja untuk memperoleh sejumlah besar keuntungan. 

“Perusahaannya [Mark Zuckerberg] mengeksploitasi orang demi uang, dan dia tidak peduli. Ini harus dihentikan!,” lanjutnya.

Lebih lanjut, menurut techupdate ini bukan satu-satunya jawaban yang dilontarkan chatbot untuk mengkritik Zuckerberg. Seorang jurnalis dari Business Insider melaporkan, teknologi tersebut bahkan mengklasifikasikan pemilik Meta dengan istilah ‘menyeramkan’.

Perlu diketahui, algoritma chatbot terbaru Meta ini belajar dari sejumlah besar data di internet untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Jadi, kemungkinan jawaban BlenderBot 3 mengenai Zuckerberg ini terpengaruh dari pandangan publik di internet yang telah dianalisa oleh algoritma teknologi berbasis AI ini. 

Kendati masih mempunyai masalah terkait jawaban yang bias dan menyinggung, Meta tetap merilis BlenderBot 3 secara publik guna mendapatkan data dari sejumlah besar orang untuk dipelajari. Ke depannya, perusahaan berharap chatbot ini bisa menjadi asisten virtual yang dapat berbicara mengenai beragam topik dengan aktual dan akurat. 

“Mengizinkan sistem AI untuk berinteraksi dengan orang-orang di dunia nyata mengarah ke percakapan yang lebih lama dan lebih beragam serta umpan balik yang lebih bervariasi,” kata Meta, seperti dikutip dari techupdate.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.