Perusahaan mengakui adanya resiko keamanan yang serius pada sejumlah perangkat buatannya, seperti iPhone, iPad, dan Mac.

Baru-baru ini, Apple dilaporkan telah memberikan peringatan kepada sejumlah pengguna perangkat mereka. Perusahaan ini mengakui adanya resiko kerentanan keamanan yang serius pada produk buatannya, seperti iPhone, iPad, dan Mac. 

Perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino ini mengungkap, pihaknya menemukan adanya kerentanan yang memungkinkan peretas untuk mengeksploitasi secara aktif perangkat iPhone, iPad hingga Mac. Kerentanan ini berpotensi bagi hacker untuk mengambil kendali penuh atas perangkat yang terinfeksi, melalui eksploitasi kernel dan webkit. 

Berdasarkan informasi dari Proactive (22/8), Apple sejauh ini telah mengkonfirmasi adanya dua kerentanan yang ditemukan. Pihaknya mengatakan, eksploitasi tersebut dapat dimulai lewat sebuah konten web atau aplikasi jahat yang memungkinkan hacker untuk mengakses kode pada perangkat tertentu. 

Untuk menghindari kerentanan ini, perusahaan menyarankan kepada pengguna untuk segera memperbarui semua perangkat Apple yang terpengaruh. Pengguna disarankan untuk segera memperbarui perangkat miliknya ke software yang lebih baru.

“Memberikan pembaruan keamanan penting dan direkomendasikan untuk semua pengguna,” tulis Apple, dilansir dari Proactive

Perangkat yang terpengaruh ini termasuk model iPhone 6S serta sejumlah model yang lebih baru. Beberapa model iPad, termasuk generasi kelima dan yang lebih baru, dan  semua model iPad Pro serta iPad Air 2 juga berpotensi memperoleh pengaruh dari resiko kerentanan ini. 

Selain itu, kerentanan ini juga terdapat pada sejumlah produk komputer Mac yang menjalankan MacOS Monterey. Bahkan, laporan menyebut, beberapa model iPod yang telah hadir di pasaran turut terpengaruh masalah kerentanan yang ada. 

CEO SocialProof Security, Rachel Torac mengatakan, masalah ini dapat mempermudah peretas untuk memperoleh akses admin penuh ke perangkat. Lalu, mereka bakal mengeksekusi kode apa pun seolah-olah merupakan pemilik asli dari perangkat tersebut. 

 “Jenis kerentanan ini terjadi. Dan setiap penggunaan eksploitasi ini cenderung ditujukan kepada jurnalis atau aktivis,” tambah Rachel. 

Kendati demikian, sampai saat ini belum ada laporan yang mengkonfirmasi adanya kasus pelacakan yang memanfaatkan kerentanan tersebut. Apple juga tidak memberikan pernyataan tambahan tentang masalah ini pada pembaruan yang hadir di situs web resmi perusahaan.

Pembaruan iOS 15.6.1 ini hadir hanya beberapa pekan setelah sistem operasi iOS 15.6 dirilis perusahaan. Untuk melakukan pembaruan, pengguna dapat membuka tab ‘General’ di pengaturan dan pilih opsi ‘Software Updates’


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.