Amanah Corp Dukung Kebutuhan Digitalisasi Industri
Muammar Khadafi, CEO dan Founder Amanah Corp.

Agar tetap relevan di masa sekarang, para pelaku usaha terus beradaptasi dengan mengandalkan berbagai sarana digital yang bisa mendukung aktivitas bisnisnya. Di sisi lain, kondisi pandemi Covid-19 juga mendorong peningkatan kebutuhan perusahaan terhadap teknologi informasi (TI). Hal ini memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di bidang TI, termasuk PT Amanah Karya Indonesia (Amanah Corp), yang bergerak di bidang konsultansi TI dan software development.

Muammar Khadafi, CEO dan Founder Amanah Corp, mengatakan bahwa semenjak pandemi permintaan terhadap jasa pengembangan software atau aplikasi semakin tinggi. “Kebutuhan akan digitalisasi meningkat lebih cepat dengan adanya pandemi Covid-19. Karena, dengan optimalisasi TI, perusahaan bisa bertahan atau bahkan tumbuh di masa seperti ini,” kata Khadafi.

Amanah Corp didirikan pada 2012 di Jakarta dan memiliki legalitas resmi sebagai perseroan terbatas (PT) sejak 2016. Perusahaan ini dikembangkan oleh Khadafi (kini 32 tahun) bersama Firmansyah Asnawi (33 tahun) selaku Chief Operation Officer. Keduanya berasal dari Aceh.

Khadafi adalah lulusan S-1 Jurusan TI, President University, dan pernah bekerja sebagai software developer di Fujitsu dan Toyota hingga kemudian mendirikan Amanah Corp. Ia lalu mengajak Firmansyah yang saat itu bekerja sebagai auditor TI di Bank Syariah Mandiri. Keduanya membangun perusahaan ini dengan modal awal dari kantong sendiri (bootstrap).

Hingga kini Amanah Corp telah mengerjakan lebih dari 100 project dengan lebih dari 50 klien. Di antaranya, proyek pengembangan warehouse app dan API hub untuk Toyota, early warning system untuk BSM, white label PPOB app untuk Trans Media, automation checking transaction muzzaki Baznas, dan network management system untuk Alita. Ada beragam proyek yang dikerjakan Amanah Corp, yang mencakup website & software development, multimedia & design, mobile apps development, internet security & networking, e-business solution, IT infrastructure & maintenance, serta cloud hosting services.

Selain proyek berbasis B2B (business to business), dalam perjalanannya Amanah Corp juga mengembangkan model bisnis lain dengan menghadirkan platform Payment Point Online Bank (PPOB) dengan brand Bisatopup. Platform/aplikasi ini menyediakan layanan pembayaran online, mulai dari token listrik, pulsa, paket data, e-money, vocer game, dana untuk transportasi, dan berbagai tagihan. Karena itu, di Amanah Corp ada pembagian tim, antara project-based dan platform Bisatopup.

“Kebutuhan akan digitalisasi meningkat lebih cepat dengan adanya pandemi Covid-19.”

Muammar Khadafi, CEO Amanah Corp

Menurut Khadafi, pihaknya memikirkan apa yang bisa diberikan kepada pelanggan selain dalam bentuk jasa. Karena itulah, Amanah Corp mengembangkan platform Bisatopup itu. “Setelah kami luncurkan pada tahun 2017, ternyata produk ini diterima luas oleh masyarakat,” katanya dengan nada senang.

Target pasar Bisatopup ada dua macam, yakni pengguna individu dan UMKM pemilik warung/agen. Hingga saat ini sudah ada 220 ribu pengguna individu dan 14 ribu agen. Adapun jumlah transaksi per hari, menurut Khadafi, berkisar 12 ribu – 15 ribu transaksi. Rating yang diperoleh aplikasi ini di Google Play Store juga cukup baik, yakni 4,3.

Khadafi mengatakan, agar Bisatopup dapat bersaing dengan berbagai aplikasi lain, ada sejumlah strategi yang dijalankan. Pertama, memberikan harga yang kompetitif. “Hal pertama yang dilihat oleh pengguna atau agen dari suatu aplikasi adalah harganya,” ungkapnya.

Kedua, memberikan customer service yang responsif. Ketiga, menyediakan kelengkapan layanan; saat ini tersedia tiga ribu konten pembayaran dalam aplikasi Bisatopup. Keempat, menyediakan fitur pendukung seperti kasir dan pembukuan supaya memudahkan pengelolaan usaha. “Hal-hal tersebut yang menjadi value proposition kami kepada customer,” ujar Khadafi.

Menurutnya, Bisatopup merupakan produk unggulan Amanah Corp karena dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan penting masyarakat. Selain itu, platform ini juga telah memberikan kontribusi pendapatan paling besar untuk Amanah Corp, yakni mencapai 60%-70% dari total revenue.

Kendati begitu, Amanah Corp yang diperkuat oleh 34 karyawan ini juga mengembangkan beberapa produk lain yang diharapkan mampu menjadi problem solving bagi masyarakat. Perusahaan ini telah mengembangkan sejumlah platform/aplikasi lainnya, di antaranya Berbagi.link, platform freemium penyedia wadah informasi berupa tautan atau landing page; BisaAbsen, platform Human Resources Information System (HRIS); dan BisaKasir (masih tahap beta), platform untuk pengelolaan keuangan.

Ke depan, menurut Khadafi, Amanah Corp akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan meningkatkan keunggulan produk SaaS (software as a service) yang dikembangkannya dan mengincar sejumlah proyek dari korporasi besar. “Kami juga akan fokus mengembangkan skill dan kompetensi karyawan agar senantiasa menguasai perkembangan teknologi terkini,” katanya. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.