Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga kuartal berturut-turut berada di atas 5%. Terbaru pada kuartal II- 2022 tercatat tumbuh 5,44%. Pertumbuhan ini, di antaranya didukung oleh konsumsi, ekspor, dan sektor yang tumbuh positif seperti industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan pertanian.

“Ke depan prospek pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut, ini dilihat dari indeks keyakinan konsumen berada di level 123,2, penjualan riil tercatat di 8,70% (yoy), PMI manufaktur juga masih tumbuh ekspansif yaitu di poin 51,3,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU APBN 2023.

Pertumbuhan ekonomi yang baik ini juga diiringi penurunan jumlah penduduk miskin dan penurunan angka pengangguran. Pada persentase penduduk miskin Indonesia, pada September 2021 tercatat sebanyak 9,71% orang kemudian mengalami penurunan 0,60% menjadi 9,54% di Maret 2022.

Pada tingkat pengangguran, Airlangga merinci terjadi penurunan. Ia menyebutkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2022 tersisa 5,83% penduduk menganggur. Sedangkan di Februari 2021, tercatat ada 6,26% penduduk. Penurunan pengangguran terjadi karena ada peningkatan jumlah pekerja sebanyak 4,55 juta orang dalam rentang waktu Februari 2021 hingga Februari 2022.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan ketahanan pangan Indonesia terus membaik meskipun sempat terkendala pandemi.

“Dari ketahanan pangan, bapak presiden tadi menyampaikan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) ini juga memberikan keyakinan bahwa penanganan ekosistem ketahanan pangan dan pertanian terus membaik,” ujar Airlangga.

Berdasarkan data BPS, diketahui Indonesia diperkirakan mengalami surplus beras capai 3,73 juta ton. Pasalnya, BPS memprediksi produksi beras Indonesia untuk periode Januari hingga September 2022 mencapai 26,45 juta ton, sedangkan konsumsi beras sebesar 22,72 juta ton. Luas panen padi juga mengalami kenaikan pada periode Januari hingga September 2022 dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu seluas 0,14 juta hektare (ha).

Di sisi lain, Airlangga menyampaikan beberapa strategi dan kebijakan utama perekonomian Indonesia, antara lain kebijakan fiskal sebagai shock absorber, pelonggaran mobilitas masyarakat sejalan dengan pengendalian Covid-19, stabilisasi harga, peningkatan kualitas SDM dengan kartu prakerja, pengembangan UMKM, dan melanjutkan reformasi struktural.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.