banner 728x250

Wabup Jigus Ajak Para Kuwu Teladani Luhurnya Semangat Mbah Kuwu Sangkan Demi Cirebon yang Makin Sejahtera

banner 120x600

detikfakta.com | KAB.CIREBON – Sebuah pertemuan yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan keteladanan berlangsung khidmat di lingkungan situs peninggalan leluhur. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, menghadiri kegiatan bertajuk “Mengenang dan Meneladani Perjuangan Mbah Kuwu Sangkan Cirebon dalam Bubak Sengka Tanah Caruban”. Acara yang digagas oleh Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) ini dilaksanakan di kompleks makam dan kawasan bersejarah Mbah Kuwu Sangkan, yang terletak di wilayah Kecamatan Talun, pada hari Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Haul Mbah Kuwu Sangkan yang ke-526 tahun. Kehadiran para pemimpin desa atau sebutan setempat Kuwu dari seluruh penjuru Kabupaten Cirebon, didampingi para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pemangku kepentingan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon, menjadikan momen ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah persimpangan yang menghubungkan nilai-nilai masa lampau dengan tanggung jawab besar pembangunan di masa kini.

Dalam amanat yang disampaikan dengan penuh kebijaksanaan, Wakil Bupati Jigus menegaskan makna mendalam dari peringatan haul yang dilaksanakan bersama ini. Beliau menyampaikan bahwa berkumpulnya para hadirin bukanlah semata-mata untuk mengenang saat berpulangnya beliau ke rahmatullah. Lebih dari itu, momentum suci ini dihadirkan sebagai cermin bagi kita semua untuk merenungkan kembali jejak langkah, meneladani semangat juang yang pantang menyerah, serta mengamalkan pengabdian tulus yang telah dicurahkan beliau demi menata, membangun, dan mengangkat derajat tanah Cirebon serta seluruh masyarakat yang mendiaminya.

“Kehadiran kita di sini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar mengenang saat beliau berpulang ke sisi Ilahi. Hakikat yang sesungguhnya adalah bagaimana kita menjadikan beliau sebagai teladan nyata, meneladani semangat perjuangan serta pengabdian tanpa pamrih yang telah beliau persembahkan sepenuhnya bagi tanah kelahiran Cirebon yang kita cintai,” ujar Jigus dengan nada yang penuh penghayatan.

Beliau selanjutnya menekankan betapa berharganya warisan luhur yang telah dititipkan oleh Mbah Kuwu Sangkan bagi anak cucunya. Nilai-nilai yang melekat kuat pada diri beliau, semangat persatuan yang tak tergoyahkan, kerukunan yang senantiasa menjembatani perbedaan, hingga kekuatan gotong royong yang menjadi akar kekuatan masyarakat, semuanya itu tidak boleh hanya menjadi kisah masa lalu. Nilai-nilai tersebut harus senantiasa dijaga dengan sepenuh hati, dikembangkan, serta diterapkan secara nyata dalam setiap langkah penyelenggaraan pemerintahan, maupun dalam membina kehidupan masyarakat yang saling peduli dan bersaudara.

Kepada seluruh jajaran aparatur pemerintahan, khususnya para Kuwu yang berdiri paling depan melayani masyarakat di tingkat desa, beliau berharap semangat pengabdian yang dimiliki leluhur besar tersebut dapat menjadi pedoman hidup serta cahaya penuntun dalam melaksanakan setiap amanah yang dipercayakan.

“Besar harapan kami, agar kita semua mampu menjadikan pengabdian beliau sebagai teladan nyata dalam membangun Cirebon. Dengan senantiasa mengutamakan persatuan di atas segala perbedaan, menjaga kerukunan sebagai kekayaan yang tak ternilai, serta menggerakkan semangat gotong royong dalam setiap pekerjaan, niscaya Kabupaten Cirebon di masa depan akan tumbuh menjadi wilayah yang semakin aman, damai, penuh kemakmuran, dan masyarakatnya dapat menikmati kesejahteraan yang semakin menyeluruh,” tegas beliau dengan penuh keyakinan.

Menyikapi berbagai ungkapan serta aspirasi yang disampaikan oleh para Kuwu, terutama terkait keterbatasan kemampuan anggaran yang kerap dirasakan saat hendak mewujudkan pembangunan di desa, Jigus memberikan panduan yang menenangkan sekaligus membuka wawasan. Beliau menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi segala bentuk keterbatasan adalah senantiasa menjaga tali silaturahmi serta komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan berkelanjutan antara pemerintah desa dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak harus selalu mengandalkan kekuatan sendiri. Berbagai langkah kemajuan tetap dapat ditempuh dan diwujudkan melalui semangat kerja sama yang saling menguatkan, dengan menggali peluang dukungan dari berbagai jenjang pemerintahan, baik itu program yang digulirkan oleh pemerintah daerah, maupun peluang yang tersedia dari pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Hal yang paling mendasar untuk kita pegang adalah jangan pernah memutuskan jembatan komunikasi antara pemerintahan desa dengan pemerintah daerah. Meskipun kita sepenuhnya menyadari adanya keterbatasan yang ada, namun sesungguhnya masih terbuka lebar berbagai jalan dan peluang melalui beragam program yang disiapkan oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat,” ujar beliau menegaskan.

Di penghujung arahannya, Jigus mengajak seluruh Kuwu untuk senantiasa menjaga sikap penuh harap dan optimis, serta tidak pernah luntur semangatnya dalam membangun desa yang menjadi amanah di pundak mereka. Beliau meyakini, apabila terjalin keharmonisan serta kerja sama yang kokoh antara pemerintah desa dan pemerintah daerah, maka hal itu akan menjadi kekuatan besar yang mampu mempercepat langkah pembangunan hingga ke pelosok desa, serta secara nyata meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.

(Dariman. A. Md)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *