detikfakta.com | CIREBON – Polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Desa Wotgali memasuki babak baru. Setelah pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Wotgali memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut, organisasi kemasyarakatan War Angels Indonesia (WANI) menyatakan sikap tegas untuk ikut mengawal kasus ini hingga tuntas.
Tidak main-main, organisasi tersebut dikabarkan bakal segera “ Turun Gunung” ke lapangan. Aksi ini akan dipimpin langsung oleh Chief of Commander War Angels Indonesia, Arsy Al Banzary.
Merespons Klarifikasi Pemerintah Desa, disampaikan oleh Max’r Noise selaku Kepala Divisi Brigade WANI. Langkah taktis yang diambil oleh War Angels Indonesia ini dipicu oleh berkembangnya narasi dari pihak Pemdes Wotgali yang dinilai belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat. Menurut pihak War Angels, klarifikasi dari aparat desa justru membuka ruang analisis lebih dalam terkait transparansi tata kelola administrasi dan pelayanan publik di desa tersebut.
“Kami telah mencermati poin-poin klarifikasi yang disampaikan oleh pihak Pemdes Wotgali. Namun, bagi kami, proses pengawasan warga tidak boleh berhenti di atas kertas atau retorika semata. Kami perlu memastikan fakta objektif di lapangan,” ujar Max selaku Ketua tim taktis War Angels Indonesia, (05/07/2026).
Keseriusan War Angels Indonesia dalam menyikapi dugaan pungli ini terlihat dari turun tangan langsungnya sang panglima tertinggi mereka. Arsy Al Banzary selaku Chief of Commander dipastikan akan memimpin langsung investigasi dan pengawalan kasus ini.
Max juga menjabarkan beberapa agenda yang kabarnya akan diusung oleh War Angels Indonesia antara lain:
• Investigasi Independen : Mengumpulkan bukti dan kesaksian dari warga yang merasa dirugikan.
• Audiensi Terbuka : Membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat dan pihak Pemdes guna mencari titik terang.
• Pendampingan Hukum : Memberikan perlindungan dan bantuan hukum bagi warga yang berani bersuara terkait praktik pungli.
Lebih lanjut, Max menegaskan bahwa kehadiran War Angels Indonesia bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai penyeimbang dan kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan desa yang bersih (clean governance).
“Masyarakat kecil seringkali menjadi korban yang tidak punya pilihan. Jika dugaan pungli ini terbukti, kami akan mendorong kasus ini ke ranah hukum yang lebih tinggi. Kami minta Pemdes Wotgali bersikap kooperatif dan transparan,” tegas Max
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Wotgali terpantau kondusif, namun tensi perhatian publik diprediksi akan meningkat seiring rencana turunnya tim War Angels Indonesia ke wilayah tersebut dalam waktu dekat.
Taufik


















