banner 728x250

Siswa SD Sint Yoseph Kabanjahe Raih Honorable Mention di Ajang Robotik Nasional

banner 120x600

 

 

Kabanjahe – Sumatera Utara, detikfakta.com :

 

Siswa-siswi SD Sint Yoseph Kabanjahe berhasil meraih penghargaan honorable mention pada kategori Greenmech Jr Programmer dan Robot for Mission (R4M) Basic di ajang National Greenmech Competition 2026 yang digelar pada 25-26 April 2026 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

 

Tim Robotik Yayasan Setia Medan, yang diwakili oleh siswa-siswi SD Sint Yoseph Kabanjahe, berpartisipasi dalam beberapa kategori, yakni Greenmech Jr Science, Greenmech Jr Programmer, Greenmech, serta Robot for Mission (R4M). Mereka menunjukkan kemampuan dalam merancang, memprogram, dan mengoperasikan robot sesuai dengan tantangan yang diberikan.

 

Ajang National Greenmech Competition dikenal sebagai kompetisi robotik tingkat nasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah unjuk kemampuan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat kolaborasi, kemampuan pemecahan masalah, serta kepedulian terhadap teknologi ramah lingkungan.

 

Para siswa yang tergabung dalam tim SD Sint Yoseph Kabanjahe adalah:

 

1. Hosea Julio Sitepu

2. Zoey Benaya

3. Ribcha Regina

4. Alvaro Gabriel

5. Quinsha Zilena

6. Zean Angelo

7. Osaze Kenzhi

8. Ignasius Henry Ginting

9. Satria Avisay Barus

10. Hans Gavriel

11. Ibas Halomoan

12. Hugo Leonel

13. Daffa Arya Ghossan Sinuraya

14. Nevan Azriel Sembiring

 

Guru pembimbing, Agustinus Sembiring, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa. “Kami sangat bangga dengan kerja keras dan semangat anak-anak. Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa, mulai dari proses latihan hingga tampil di kompetisi. Ini bukan hanya soal juara, tetapi tentang proses belajar dan keberanian mencoba,” ujarnya.

 

Hosea Julio Sitepu, siswa kelas 4 SD Sint Yoseph Kabanjahe, mengaku senang bisa mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut. “Saya senang sekali bisa ikut lomba ini om, tapi sempat gugup, saya jadi belajar banyak tentang robot dan kerja sama tim. Semoga ke depan bisa ikut lagi dan dapat hasil yang lebih baik,” ungkapnya.

 

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Yayasan Setia Medan dalam mendorong pengembangan kreativitas, inovasi, serta kemampuan teknologi di kalangan pelajar sejak usia dini, khususnya di bidang robotika dan pemrograman.

 

Reporter : Redaksi Pusat

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *