Kendati Apple sering mengklaim keamanan platform miliknya, nyatanya tetap ada malware yang bersembunyi pada layanan toko aplikasi Mac App Store.

Belakangan ini, sejumlah aplikasi di layanan Google Play Store yang terdapat di perangkat Android diduga telah terjangkit malware. Tidak lama berselang, kini giliran beberapa aplikasi di Mac App Store yang terinfeksi malware

Toko aplikasi milik Apple yaitu App Store selama ini dikenal lebih ketat dan aman dibandingkan dengan pesaingnya seperti Android dan Windows. Akan tetapi, nyatanya sejumlah perangkat keras berbahaya tetap dapat menyusupi aplikasi di layanan tersebut. 

Dilansir dari webringnet (10/8), keberadaan malware tersebut pertama kali diungkap oleh peneliti keamanan siber Alex Kleber. Ia menganalisa, sebanyak tujuh aplikasi populer di App Store telah disusupi oleh malware

Menurut Kleber, sejumlah aplikasi yang telah terjangkit malware ini berasal dari pengembang yang berbeda-beda. Namun, tampaknya ketujuh aplikasi tersebut dikelola oleh satu grup yang berasal dari Tiongkok. 

Lebih lanjut, pembuat malware ini mengelabui sistem keamanan di App Store dengan mengunggah aplikasi tanpa adanya malware terlebih dulu agar lolos dari sistem tersebut. Lalu, setelah aplikasi ini tersedia di App Store, mereka baru menyusupkan malware ke dalamnya. 

Berikut ini daftar ketujuh aplikasi yang terjangkit malware di App Store: 

1.    PDF Reader for Adobe PDF Files (Sunnet Know-how Inc.)
2.    Word Writer Pro (Dibatasi Netozo)
3.    Screen Recorder (Safeharbor Know-how L Ltd.)
4.    Webcam Expert (Wildfire Know-how Inc.)
5.    Stream Browser Video Participant(Boulevard Know-how Ltd.)
6.    PDF Editor for Adobe Files (Polarnet Restricted)
7.    PDF Reader (Xu Lu, tampaknya terkait dengan Sunnet Know-how Inc.)

Laporan menyebut, semua aplikasi ini termasuk ke dalam 100 aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store. Beberapa diantaranya juga masuk ke dalam peringkat 10 besar. Bahkan, ‘PDF Reader for Adobe PDF Files’ berada pada peringkat pertama untuk kategori ‘Education’. 

Tidak lama berselang setelah Kleber memberikan informasi tersebut, Apple langsung menghilangkan ketujuh aplikasi ini dari App Store. Namun, malware tetap akan mempengaruhi perangkat yang telah mengunduh sejumlah aplikasi ini. Oleh karena itu, jika telah mengunduh salah satu aplikasi tersebut, pengguna dapat langsung menghapusnya dari perangkat yang dimiliki.    
 


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.