JAKARTA, celebrities.id – Puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunah yang dilaksanakan di bulan Dzulhijjah, sebelum hari Arafah dan Idul Adha.

Puasa di bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW sebagaimana hadis berikut ini.

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh,” (HR Ahmad dan An Nasa’i).

Lalu, berapa hari puasa Dzulhijjah?

Berikut ini celebrities.id telah merangkum dari berbagai sumber, Kamis (30/6/2022), mengenai puasa Dzulhijjah berapa hari.

Puasa Dzulhijjah Berapa Hari?

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan awal Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Adapun waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah adalah di awal bulan Dzulhijjah, yakni bisa mulai dari 1 Dzulhijjah hingga 9 Dzulhijjah. 

Pada hari kesepuluh Dzulhijjah yang bertepatan dengan pelaksanaan hari raya kurban, umat Muslim hanya diminta untuk berpuasa hingga selesai melaksanakan salat Idul Adha. Setelahnya, kita dilarang melanjutkan puasa karena hukumnya haram.

Puasa Dzulhijjah memiliki sejumlah keutamaan bagi yang melaksanakannya. Umat Muslim yang melaksanakan ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, termasuk melaksanakan ibadah puasa Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya:
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tirmidzi)

Tata cara puasa Dzulhijjah sama seperti menjalankan puasa Ramadhan maupun puasa sunah lainnya. Hanya saja yang membedakan adalah niatnya.

Pelaksanaan puasa Dzulhijjah berlangsung dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bagi umat Islam yang melaksanakan puasa Dzulhijjah juga harus menjauhkan diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Meski demikian, puasa Dzulhijjah selama 9 hari merupakan puasa sunah, boleh dilaksanakan selama 9 hari penuh jika mampu dan tidak ada paksaan untuk melaksanakannya.

 


Artikel ini bersumber dari www.celebrities.id.